Pusjatan, Kementerian Pekerjaan Umum

Workshop Pembinaan Tenaga Pengelola Perpustakaan Kementerian PUPR

Create: 15-05-2017

Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia pengelola perpustakaan serta kinerja pejabat fungsional pustakawan/sarjana perpustakaan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahn Rakyat (PUPR), diadakan workshop pembinaan tenaga pengelola perpustakaan Kemneterian PUPR.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia pengelola perpustakaan serta kinerja pejabat fungsional pustakawan/sarjana perpustakaan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahn Rakyat (PUPR), diadakan workshop pembinaan tenaga pengelola perpustakaan Kemneterian PUPR.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 - 5 Mei 2017 di Bali. Selama 3 hari, pertemuan pertama kita awali dengan acara motivasi bersama narasumber Bapak Idrus Putra, kemudian dilanjutkan dengan materi yang membahas mengenai inpassing jabatan fungsional perpustakaan bersama Ibu Opong (Perpusnas) Inspassing sedang diselenggarakan oleh perpusnas sejak Januari 2017 hingga Desember 2018. Tak kalah dengan inpassing materi yang lebih menarik adalah membahas digital library, dimana membahas mengenai library 2.0 bersama Bapak Wiratna, yang intinya membangun perpustakaan digital berbasis web. Sesuai dengan SNI 7496:2009 yang menjelaskan bahwa perpustakaan khusus memiliki fungsi untuk menyelenggarakan otomasi perpustakaan, melaksanakan digitalisasi, menyajikan layanan koleksi digital serta menyediakan akses informasi pada tingkat lokal, nasional, dan global.

Pembahasanpun semakin menarik ketika membahas mengenai pengelolaan kontel lokal secara digital. Menurut Ari Nugraha, Konten lokak merupakan konten-konten informasi dalam berbagai bentuk yang diciptakan oleh unit kerja atau individu-individu dalam sebuah lembaga, untuk informasi publik maupun internal. Konten lokal digital adalah konten lokal yang tersedia dalam bentuk digital. Pengting untuk diketahui bahwa Konten lokal bukan bukti kegiatan organisasi, utamanya konten lokal dikelola oleh perpustakaan. Pada akhirnya koleksi konten lokal digital akan diunggah di Repositori Institusi dimana semua orang dapat mengakses, melihat, membaca atau mengunduh koleksi konten lokal. Sehingga koleksi konten lokal tersebut dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembahasan materi pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi perpustakaan bersama Bapak Agus Rusmana, menurut beliau media sosial punya peran penting dalam mempromosikan sebuah peprustakaan. Namun ada beberapa hal yang harus didukung, seperti interior perpustakaan yang menarik, pelayanan perpustakaan yang baik, kebersihan perpustakaan.

Kontributor

Admin (herma)